Enter your keyword

Pengertian Manajemen Mutu

Pengertian Manajemen Mutu

Pengertian Manajemen Mutu

Pengertian Manajemen Mutu  – Kepuasan pelanggan merupakan salah satu cara penting dalam menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan pelanggan.

Kepuasan dapat diperolah dengan adanya mutu atau kualitas produk yang sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan.

Untuk menjamin kualitas suatu produk maka perusahaan dapat menerapkan Manajemen Mutu yang efektif agar tetap dapat memperbaiki serta mempertahankan kualitas suatu barang maupun jasa yang akan ditawarkan untuk pelanggan.

Definisi Manajemen Mutu

Manajemen mutu merupakan suatu sistem manajemen yang diciptakan untuk membantu sebuah perusahaan maupun organisasi dalam mengawasi semua kegiatan, tugas serta tanggung jawabnya dalam memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan oleh perusahaan atau organisasi memiliki kualitas sesuai dengan yang diharapkan pelanggan.

Baca juga : JASA KONSULTAN ISO 9001 TERBAIK DAN BERGARANSI!

Manajemen mutu merupakan sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan salah satunya dengan terus memperbaiki kualitas serta pelayanan kepada pelanggan.

Kepuasan pelanggan dapat dicapai dengan mengerahkan seluruh sumberdaya manusia di suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan dapat berdampak positif untuk kelangsungan jangka panjang perusahaan.

Tujuan Manajemen Mutu

Manajemen Mutu dalam sebuah perusahaan maupun organisasi bertujuan untuk  :

  1. Menciptakan inovasi baru pada suatu perusahaan maupun organisasi
  2. Meningkatkan kepercayaan stake holder terhadap barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau organisasi
  3. Merumuskan visi dan misi perusahaan serta menentukan standar kerja yang sesuai antara para pekerja dengan kebutuhan perusahaan maupun organisasi
  4. Meningkatkan motivasi dan memperbaiki budaya kerja dalam perusahaan maupun organisasi

Manfaat Kebijakan Mutu

Manajemen Mutu yang tersistem dengan baik juga akan memberikan banyak manfaat untuk perusahaan maupun organisasi, seperti:

  • Meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga akan terciptanya kepercayaan pelanggan pada perusahaan
  • Membangun citra baik perusahaan dimata stakehordernya seperti karyawan, pelanggan, pemasok serta pihak yang berkepentingan lainnya
  • Meningkatkan motivasi dalam diri karyawan
  • Dapat terus memperbaiki standar kerja dalam perusahaan

Komponen Utama Manajemen Mutu

Manajemen Mutu memiliki 3 (tiga) komponen yang harus diperhatikan

  1. Pengendalian Mutu
  2. Jaminan Mutu
  3. Perbaikan Mutu

Prinsip  – Prinsip Manajemen Mutu

Manajemen mutu dapat dikatakan sebagai aspek seluruh fungsi manajemen yang menentukan dan mengimplentasikan kebijakan mutu.

Manajemen mutu dapat dicapai dengan adanya kesepakatan serta kontribusi dari seluruh pihak yang berkepentingan dalam sebuah perusahaan maupun organisasi.

Tidak hanya itu, keberhasilan Manajemen Mutu dapat dilakukan dengan didasarkan pada prinsip – prinsip yang kuat, seperti :

1. Fokus Pelanggan

Manajemen Mutu berorientasi pada Fokus pelanggan artinya perusahaan kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada pelanggan.

Perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam hal ini perusahaan harus peka terhadap kebutuhan pelanggan, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dan pelanggan menjadi puas.

Kepuasan pelanggan merusakan salah satu faktor penting dalam kelangsungan jangka panjang perusahaan.

2. Kepemimpinan

Kepemimpinan, peminpin perusahaan harus mampu menetapkan serta menyelaraskan antara tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan.

Pemimpin perusahaan harus tau ke arah mana perusahaan akan berjalan. Tidak hanya itu lingkungan kerja yang aman dan nyaman harus diciptakan agar karyawan dapat melakukan tanggungjawabnya secara optimal dalam mencapai tujuan perusahaan

3. Keterlibatan Orang

Keterlibatan orang, karyawan pada posisi manapun dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk kelancaran kegiatan operasional perusahaan.

Sehingga keterlibatan yang dilakukan secara maksimal akan berdampak baik untu perusahaan

4. Orientasi Proses

Pendekatan proses, tidak hanya hasil yang menjadi bagian terpenting dalam memproduksi suatu barang maupun jasa.

Proses dalam memproduksi pun tidak kalah pentingnya dalam menghasilkan output dengan kualitas yang baik. Dalam hal ini artinya output yang baik dihasilkan dari proses yang baik juga.

5. Pendekatan Sistem Manajemen

Pendekatan sistem manajemen. Perencanaan, pemahaman, pengelolaan serta implementasi yang baik akan menjadi satu kesatuan yang akan memberikan kontribusi yang maksimal pada efektifitas serta efisiensi perusahaan dalam mecapai tujuan perusahaan.

6. Perbaikan Berkelanjutan

Manajemen Mutu diharapkan dapat membuat suatu perusahaan mengalami peningkatan secara terus menerus dalam hal kinerja perusahaan.

Peningkatan terus menerus ini sebagai salah satu fokus yang yang bertujuan untuk terus menerus meningkatkan efektifitas sera efisiensi perusahaan dalam memenuhi kebijakan apa saja yang harus dilakukan dan mencapai tujuan perusahaan.

7. Pendekatan Faktual Pengambilan Keputusan

Pendekatan fakta dalam membuat keputusan. Keputusan yang baik merupakan keputusan yang di dasarkan pada fakta aktual sesuai dengan kondisi perusahaan sehingga masalah kualitas pada suatu perusahaan akan terselesaikan secara efektif dan efisian

8. Hubungan Pemasok yang Saling Menguntungkan

manajemen Mutu dapat dicapai dengan adanya hubungan baik dengan pemasok. Perusahaan dengan pemasok memiliki hubungan yang saling ketergantungan, sehingga kedua belah pihak harus menjaga hubungan dengan baik agar kedua nya saling menguntungkan satu sama lain.

Baca juga : APA ITU ISO 9001 VERSI 2015? DAN MANFAAT BAGI PERUSAHAAN

Syarat Kebijakan Mutu

Dalam membuat Kebijakan Mutu yang tepat maka perusahaan harus mengikuti rangkaian persyaratannya, ada 5 (lima) persyaratan dalam menegakan kebijakan mutu  :

  • Kebijakan mutu yang dirancang sesuai dengan tujuan perusahaan yang selaras dengan tujuan para karyawannya
  • Mampu menjalani komitmen dalam mematuhi persyaratan yang ada serta terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
  • Membuat kerangka kerja untuk dijadikan sebagai pedoman, serta menetapkan sasaran mutu yang akan dicapai, sasaran tersebut dapat berupa kepuasan konsumen.
  • Dikomunikasikan dan dapat dipahami oleh seluruh anggota didalam perusahaan
  • Melakukan pemantauan secara berkelanjutan, agar terjadi kesesuaian antara kebijakan mutu dengan visi dan misi perusahaan.

Manajemen Mutu Terpadu

manajemen mutu terpadu adalah upaya dalam memaksimalkan kinerja perusahaan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga dapat dikatakan bahwa Manajemen Mutu Terpadu tidak dapat dipisahkan dengan :

  • Fokus pada konsumen
  • Memiliki kualitas yang baik
  • Pengambilan keputusan serta menjawab masalah dengan pendekatan ilmiah
  • Berkomitmen jangka panjang
  • Kerja sama tim yang baik sangat diperlukan
  • Perbaiklan proses dilakukan secara berkesinambungan
  • Adanya pelatihan dan pendidikan
  • Adanya kebebasan yang terkontrol
  • Adanya tujuan bersama
  • Pembersayaan dan keterlibatan tenaga kerja sangat diperlukan

Manajemen Mutu dapat diartikan sebagai simbol bisnis, bahwa keberhasilan jangka panjang suatu perusahaan maupun organisasi yaitu kepuasan pelanggan.

Dalam hal ini dapat disimpulkan, setiap pihak terkait harus bersama sama untuk terus memperbaiki dan meningkatkan proses, output, layanan serta budaya perusahaan dalam mengefesiensikan dan mengefektifitaskan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.